Monday, May 23, 2016

Ciri Khas dan Subgagrak Wayang Kulit Jawa Timur

Sebagaimana diketahui bahwasannya gagrak/versi wayang kulit di Nusantara ini sangat beragam sekali. Terdapat beberapa berbedaan gagrak dari satu daerah dengan daerah lainnya.


Berikut ini beberapa ciri khas wayang kulit Jawa Timur-an yang mencolok:
  1. Beberapa tokoh wayang yang mengenakan busana kepala (irah-irahan) gelung yang dikombinasi dengan makutha (topong atau kethu dewa).
  2. Pada tokoh wayang Bima dan Gathotkaca, yang di Jawa Tengah berwajah hitam atau kuning keemasan, namun di Jawa Timur berwajah merah. Beberapa tokoh dalang Jawa Timur-an menyatakan bahwa warna merah bukan berarti melambangkan watak angkara murka namun melambangkan watak pemberani.
  3. Tokoh wayang Gandamana pada wayang Jawa Tengah memiliki pola penggambaran karakter (wanda) yang mirip dengan Antareja atau Gathotkaca, tetapi pada wayang kulit Jawa Timur-an Gandamana tampil dengan wanda mirip Dursasana atau Pragota.
  4. Secara visual dapat dilihat dominan penggunaan warna hijau dan merah.

Sedangkan subgagrag Jawa Timur dapat dibagi menurut cara pagelaran maupun wayang kulitnya sendiri. Secara teritorialnya Seni Pedalangan Jawa Timur-an dapat dibagi menjadi 4 versi kecil yakni : a) Versi Lamongan meliputi Kabupaten Lamongan dan sekitarnya, sering disebut gaya pasisiran. b) Versi Mojokertoan, meliputi Kabupaten Jombang, Kabupaten Mojokerto dan sekitarnya. 3) Versi Porongan, meliputi daerah Kabupaten Sidoarjo, Surabaya dan sekitarnya, dan 4) Versi Malangan, meliputi Kabupaten Malang dan sekitarnya.

Beberapa Hal Tentang Versi/Gagrak Wayang Kulit

Berikut ini ada beberapa hal yang dapat dijadikan tambahan pengetahuan untuk melengkapi pemahaman kita tentang Gagrak Wayang Kulit yang ada di Nusantara.


  1. Setiap style wayang kulit dari daerah tertentu yang mempunyai ciri khas/daya pembeda dapat disebut Gagrag (bentuk, pewarnaan, sampai penyajian wayang kulit.). Karena gagrag dapat diartikan sebagai style. Sebuah gagrag biasanya masih dapat dibagi lagi menjadi Sub Gagrag.
  2. Wayang kulit Solo biasanya dicirikan dengan bentuk wayang tegak dan cenderung kurus, sedangkan wayang kulit Yogyakarta lebih nampak pendek, gempal dan posturnya menunduk.
  3. Gagrak juga mempengaruhi kisah dan cara menampilkan wayang., diantaranya: Gagrak Solo, anak Bima berjumlah dua yaitu Antareja dan Gatotkaca. Sedangkan di Gagrak Yogyakarta, anak Bima berjumlah 3; Gatotkaca, Antaredja dan Antasena. Gagrak Banyumas ada 4, yaitu Gatotkaca, Antasena, Antareja, dan Srenggini. dan banyak lagi lainnya.
  4. Perbedaan gagrak dan cerita punakawan. Di Jawa Tengah, punakawan terdiri dari: Semar, Gareng, dan Petruk. Di Banyumas, punakawan terdiri dari: Semar, Bawor, Petruk, dan Gareng. Di Cirebon, punakawan terdiri dari 9 tokoh. Di Jawa Timur, dikatakan anaknya Semar cuma Bagong. Sedangkan di Bali bernama Tualen.
  5. Warna merah pada tokoh wayang identik dengan tokoh tersebut cenderung temperamental, seperti warna tokoh Kurawa. Meskipun tidak semua tokoh yang diwarnai merah selalu pemarah, seperti: Baladewa dan juga Ratu Mandura.


Demikian beberapa hal tambahan untuk melengkapi pemahaman kita dalam mengenal Seni Budaya Wayang Kulit di Nusantara. Semoga Bermanfaat.

Corak Sungging (Style) Wayang Kulit Aliran Bali

Sebelum membaca Corak Sungging (Style) Wayang Kulit Aliran Bali, ada baiknya pembaca untuk menengok sejenak artikel sebelumnya: 1) Corak Sungging(Style) Wayang Kulit Aliran Surakarta, 2) Corak Sungging (Style) Wayang KulitAliran Yogyakarta, 3) Corak Sungging (Style) Wayang Kulit Aliran Jawa Timur, dan 4) Corak Sungging (Style) Wayang Kulit Aliran Cirebon. Berikut ini 3 tokoh wayang kulit yang sama dengan artikel sebelumnya, yaitu Bima, Gatutkaca dan Kresna, tetapi dengan teknik/corak sungging (style) wayang kulit aliran Bali.

Silahkan cermati gambar berikut dan tentunya dapat dibandingkan dengan ragam corak sungging wayang kulit sebelumnya.

Tokoh Bima dalam Gagrak/Style Bali

Tokoh Gatutkaca dalam Gagrak/Style Bali

Tokoh Kresna dalam Gagrak/Style Bali



Itulah tiga contoh gambar yang menunjukkan teknik sungging/pewarnaan Wayang Kulit Bali. Dengan demikian lengkap sudah untuk mengenai berbagai jenis gagrak/style wayang kulit dari berbagai daerah yang ada di nusantara. Semoga bermanfaat.

Corak Sungging (Style) Wayang Kulit Aliran Cirebon

Sebelum membaca Corak Sungging (Style) Wayang Kulit Aliran Cirebon, ada baiknya pembaca untuk menengok sejenak artikel sebelumnya: 1) CorakSungging (Style) Wayang Kulit Aliran Surakarta dan 2) Corak Sungging (Style)Wayang Kulit Aliran Yogyakarta, dan 3) Corak Sungging (Style) Wayang KulitAliran Jawa Timur. Berikut ini 3 tokoh wayang kulit yang sama dengan artikel sebelumnya, yaitu Bima, Gatutkaca dan Kresna, tetapi dengan teknik/corak sungging (style) wayang kulit aliran Cirebon.

Silahkan cermati gambar berikut dan tentunya dapat dibandingkan dengan ragam corak sungging wayang kulit sebelumnya.

Tokoh Bima dalam Gagrak/Style Cirebon

Tokoh Gatutkaca dalam Gagrak/Style Cirebon

Tokoh Kresna dalam Gagrak/Style Cirebon 


Itulah tiga contoh gambar yang menunjukkan teknik sungging/pewarnaan wayang kulit aliran Cirebon. Untuk artikel berikutnya, akan ditulis tentang Corak Sungging (Style) Wayang Kulit Aliran Bali.

Friday, May 20, 2016

Corak Sungging (Pewarnaan) Wayang Kulit Aliran Jawa Timur

Sebelum membaca  Corak Sungging (Pewarnaan) Wayang Kulit Aliran Jawa Timur, ada baiknya pembaca untuk menengok sejenak artikel sebelumnya: 1) Corak Sungging (Pewarnaan) Wayang Kulit Aliran Surakarta dan 2) Corak Sungging (Pewarnaan) Wayang Kulit Aliran Yogyakarta. Berikut ini 2 tokoh wayang kulit yang sama dengan artikel sebelumnya, yaitu Bima, dan Gatutkaca. Tetapi dengan teknik/corak sungging (pewarnaan) wayang kulit aliran Jawa Timur-an.

Silahkan cermati gambar berikut dan tentunya dapat dibandingkan dengan ragam corak sungging wayang kulit sebelumnya.

Tokoh Bima dalam Gagrak Jawa Timur

Tokoh Gatutkaca dalam Gagrak Jawa Timur

Itulah tiga contoh gambar yang menunjukkan teknik sungging/pewarnaan wayang kulit aliran jawa timur-an. Untuk artikel berikunya, akan ditulis tentang Corak Sungging (Pewarnaan) Wayang Kulit Aliran Jawa Cirebon.

Thursday, May 19, 2016

Corak Sungging (Pewarnaan) Wayang Kulit Aliran Yogyakarta

Sebagaimana artikel sebelumnya, Corak Sungging Wayang Kulit Aliran Surakarta. Berikut ini beberapa tokoh wayang kulit yang sama tetapi dengan teknik/corak sungging (pewarnaan) wayang kulit aliran Yogyakarta.

Berikut tokoh wayang kulit untuk memudahkan pemahaman kita dalam mengenal berbagai jenis corak gagrag wayang kulit Aliran Yogyakarta.

Tokoh Bima dalam Gagrak Yogyakarta

Tokoh Gatutkaca dalam Gagrak Yogyakarta

Tokoh Kresna dalam Gagrak Yogyakarta

Corak Sungging Wayang Kulit Aliran Surakarta

Kesenian wayang kulit yang sudah lama tersebar ke berbagai daerah di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Seiring dengan berkembangnya jaman, muncul berbagai gaya tertentu baik dalam 1) gaya pementasan, 2) bentuk wayang, maupun 3) warna sunggingan yang ada pada wayang tersebut. Gaya ini dalam ranah wayang kulit disebut dengan gagrag.

Setiap daerah memiliki karakternya sendiri, baik pada bentuk wayang maupun sunggingannya.

Berikut gambar untuk memudahkan pemahaman kita dalam mengenal berbagai jenis gagrag wayang kulit Aliran Surakarta.

Tokoh Gatutkaca dalam Gagrak Surakarta

Tokoh Kresna dalam Gagrak Surakarta

Tokoh Bima dalam Gagrak Surakarta